SiagaKota.com – Kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik tidak hanya berkaitan dengan sarana berjualan, tetapi juga peningkatan keterampilan dan pendampingan usaha. Aspirasi itu mengemuka dalam kegiatan penyaluran 16 rombong gratis oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, bersama PC Fatayat NU Kabupaten Gresik, Kamis (22/10/2026).
Penyerahan bantuan yang dipusatkan di halaman kantor PC Fatayat NU Gresik tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Selain menerima sarana usaha, para pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kebutuhan yang dinilai penting bagi keberlanjutan bisnis mereka.
Nila mengatakan, dialog bersama anggota Fatayat NU membuka ruang untuk menyerap aspirasi mengenai akses permodalan, pelatihan, hingga pendampingan yang dapat membantu usaha kecil berkembang.
Pelatihan dan Akses Modal Jadi Kebutuhan
Dalam pertemuan tersebut, pelaku UMKM menyampaikan kebutuhan terhadap akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta program pengembangan kapasitas seperti bimbingan teknis, lokakarya, dan pelatihan keterampilan.
Menurut Nila, bantuan sarana usaha perlu diikuti program berkelanjutan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan, kualitas produk, dan daya saing.
“Pertemuan ini tidak sekadar seremonial bagi-bagi rombong. Mereka membutuhkan program berkelanjutan untuk terus mengasah skill, sehingga daya saing dan kesejahteraan pelaku UMKM makin terangkat,” ujar Nila.
Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pedagang tidak selalu berhenti pada peralatan untuk berjualan. Kemampuan mengolah produk, menjaga kualitas, dan mengembangkan usaha juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan peluang pasar.
Rombong Gratis untuk 16 Pelaku Usaha
Dalam kegiatan itu, sebanyak 16 unit rombong disalurkan kepada pelaku UMKM yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Gresik. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Nila Yani dengan PC Fatayat NU Gresik.
Nila menjelaskan, salah satu kriteria penerima bantuan adalah telah menjalankan usaha secara aktif selama lebih dari dua tahun. Bantuan diharapkan dapat membantu penerima menata tempat berjualan agar lebih rapi dan bersih, sekaligus menunjang aktivitas usaha sehari-hari.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Gresik, Masruroh, menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap pelaku usaha. Menurutnya, banyak kader Fatayat NU ikut menopang ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha mandiri.
Ia berharap dukungan tersebut membawa manfaat bagi penerima dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.
Pedagang Donat Berharap Ada Pelatihan Produk
Manfaat bantuan dirasakan Nur Fara Ulfa Nadiyah (30), pelaku UMKM asal Kecamatan Panceng yang menjual donat dan roti. Sebelum menerima rombong, ia menggunakan meja kayu sederhana di depan rumah dan harus mengangkut serta menatanya kembali setiap hari.
Usaha donat yang diwarisi dari ibunya itu telah berjalan hampir 10 tahun. Fara menilai rombong baru akan membuat kegiatan berjualan lebih praktis, rapi, dan bersih.
Namun, ia juga berharap tersedia pelatihan pembuatan roti agar kualitas produknya dapat meningkat.
“Program ini sangat membantu. Dulu setiap hari saya repot mengangkut meja. Sekarang tinggal pakai rombong, kelihatan lebih rapi dan bersih. Saya berharap ke depan ada juga pelatihan pembuatan roti agar kualitas produk kami makin meningkat,” tutur Fara.
Dukungan Perlu Berkelanjutan
Penyaluran rombong menjadi salah satu bentuk dukungan langsung kepada pedagang kecil. Sementara itu, aspirasi mengenai pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan memperlihatkan perlunya dukungan yang menjangkau kebutuhan usaha secara lebih menyeluruh.
Bagi pelaku UMKM, sarana yang memadai dapat membantu aktivitas berjualan, sedangkan peningkatan keterampilan dan kualitas produk diharapkan memperkuat kemampuan mereka untuk bertahan dan berkembang.
Editor : Redaksi