Judol Tak Cukup Berantas Pemain, Pemerintah Diminta Evaluasi Sistem

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekonom Djoni Sudjatmoko menyampaikan hal itu dalam diskusi dan bedah buku Ekonomi Pancasila. / Foto: Siagakota
Ekonom Djoni Sudjatmoko menyampaikan hal itu dalam diskusi dan bedah buku Ekonomi Pancasila. / Foto: Siagakota

JOMBANG, Siagakota.com – Pemberantasan judi online (judol) dinilai perlu menyasar lebih dari sekadar pemain. Pemerintah juga perlu mengevaluasi sistem pengawasan terhadap platform digital yang memungkinkan masyarakat mengakses permainan judi.

Ekonom Djoni Sudjatmoko menyampaikan hal itu dalam diskusi dan bedah buku Ekonomi Pancasila yang digelar TIMES Indonesia di Posko TIMES Indonesia, Arena Muktamar NU ke-35, Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Tambakberas, Jombang.

Djoni menyoroti perkara Yudi Surya, warga Surabaya yang bermain slot Mahyong 3 melalui aplikasi Higgs Games Island (HGI). Pengadilan Negeri Surabaya kemudian menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada Yudi.

Menurut Djoni, pemain yang terbukti melanggar hukum tetap harus menjalani proses sesuai ketentuan. Namun, pemerintah juga perlu mencari tahu bagaimana platform yang menyediakan akses perjudian dapat menjangkau masyarakat.

“Jangan masyarakat yang dikorbankan. Kalau aplikasinya bisa beredar, siapa yang bertanggung jawab terhadap aplikasi-aplikasi judol ini?” kata Djoni.

Pengawasan Platform Perlu Diperkuat
Djoni menilai pemerintah perlu melihat persoalan judi online dari sisi yang lebih luas. Evaluasi dapat mencakup aturan, mekanisme pengawasan, hingga dampak ekonomi yang muncul akibat aktivitas perjudian digital.

Ia menilai penindakan terhadap pemain tidak akan menyelesaikan persoalan jika pemerintah tidak memperbaiki sistem yang memungkinkan masyarakat mengakses platform judol.

“Kalau ada sesuatu yang belum diatur atau sudah diatur tetapi aturannya tidak benar, itu harus kita bedah bersama dan dicarikan solusinya,” ujarnya.

Djoni juga meminta berbagai masukan masyarakat tidak berhenti sebagai pembahasan dalam forum. Menurutnya, masukan tersebut perlu pemerintah dan wakil rakyat tindak lanjuti agar menghasilkan kebijakan yang menyentuh persoalan utama.

Kaitkan dengan Prinsip Ekonomi Pancasila
Djoni menghubungkan persoalan judi online dengan konsep ekonomi Pancasila. Menurutnya, prinsip ekonomi Pancasila harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu orientasi utama.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan etik dalam menjalankan prinsip tersebut.

“Kepemimpinan etik itu intinya para pemimpin harus mementingkan kepentingan yang lebih luas, kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi, keluarga dan golongannya,” tegasnya.

Menurut Djoni, prinsip kepemimpinan etik tidak hanya berlaku bagi pemerintah. Eksekutif, legislatif, yudikatif, media, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi sosial juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kepentingan masyarakat.

Dalam persoalan judol, prinsip tersebut dapat mendorong pemerintah mengevaluasi mekanisme yang memungkinkan platform perjudian digital terus menjangkau masyarakat.

Masyarakat Rentan Jangan Kembali Terbebani
Djoni juga mengingatkan pemerintah mengenai dampak kebijakan terhadap masyarakat rentan.

Ia menyinggung kekhawatiran masyarakat tidak mampu yang dapat kehilangan akses bantuan sosial karena data perbankannya pernah bersinggungan dengan aktivitas perjudian online atau perkara judol.

“Saya menilai masyarakat yang telah menjadi korban persoalan judi online jangan sampai kembali menerima beban akibat kebijakan yang tidak menyentuh akar masalah,” jelasnya.

Karena itu, Djoni meminta pemerintah melihat masyarakat yang terjerat judi online dari berbagai sisi. Selain aspek pidana, kondisi sosial dan sistem digital juga perlu mendapat perhatian.

Dorong Forum Jadi Kontrol Sosial
Djoni berharap forum ekonomi Pancasila dapat menjadi ruang masyarakat untuk memberikan kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

Ia menegaskan, kontrol tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan pemerintah. Masyarakat dapat memberikan masukan agar pemerintah menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat dan perlindungan.

“Ini bukan untuk mencari kesalahan pemerintah. Kita masyarakat di bawah membantu memberikan kontrol kepada pemerintah dan kabinetnya,” ujarnya.

Djoni juga meminta pembahasan masalah sosial berlangsung secara konsisten. Ia tidak ingin isu yang ramai hanya mendapat perhatian sesaat lalu kembali hilang.

“Jangan panas-panas tai ayam. Sudah ramai, kemudian hilang sendiri. Permasalahan di masyarakat harus digali, dibuat hipotesis kemudian membahasnya, sampai ditarik solusinya,” kata Djoni.

Menurut Djoni, kasus judi online menunjukkan perlunya penegakan hukum yang berjalan bersama evaluasi sistem. Pemerintah perlu melindungi masyarakat sekaligus memperbaiki mekanisme yang membuka akses terhadap perjudian digital.

“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban malah dihukum, sementara sistem yang membuat mereka bisa menjadi korban tidak diperbaiki atau dievaluasi,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Peduli Sesama Lewat Donor Darah, Warga Bungah Gresik Antusias Ikut Aksi Kemanusiaan

Peduli Sesama Lewat Donor Darah, Warga Bungah Gresik Antusias Ikut Aksi Kemanusiaan

Senin, 12 Okt 2026 14:26 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:26 WIB

Warga dan pegawai antusias mengikuti donor darah di Pendopo Kecamatan Bungah, Gresik. Sulaiman dan Sumini berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin…

51 Pasien RSJ Menur, Alarm Keras Bahaya Judi Online: HGI Harus Diuji!

51 Pasien RSJ Menur, Alarm Keras Bahaya Judi Online: HGI Harus Diuji!

Minggu, 11 Okt 2026 21:58 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 21:58 WIB

Bambang Widodo menyoroti dugaan perjudian melalui aplikasi HGI dan meminta Perda Trantibum Linmas Jatim dijalankan untuk memperkuat pencegahan judi online.…

Dukung Digitalisasi Pasar Keputran, BRI Regional Office Surabaya Hadirkan Fasilitas WiFi untuk Permudah Transaksi QRIS

Dukung Digitalisasi Pasar Keputran, BRI Regional Office Surabaya Hadirkan Fasilitas WiFi untuk Permudah Transaksi QRIS

Minggu, 11 Okt 2026 21:20 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 21:20 WIB

SURABAYA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional Office Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor …

Anniversary ke-17 Bonek Green Army, Cak Pur Gaungkan Optimisme Persebaya Juara 2026

Anniversary ke-17 Bonek Green Army, Cak Pur Gaungkan Optimisme Persebaya Juara 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 09:38 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 09:38 WIB

Bonek Green Army memperingati anniversary ke-17 di Surabaya. Cak Pur mengajak suporter menjaga optimisme dan keyakinan Persebaya juara Liga 2026.…

Pink Morning Club dan Road to Give 2026 Perkuat Kampanye Peduli Kanker Payudara di Surabaya

Pink Morning Club dan Road to Give 2026 Perkuat Kampanye Peduli Kanker Payudara di Surabaya

Jumat, 09 Okt 2026 18:22 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:22 WIB

Pink Morning Club dan Road to Give 2026 mengajak warga Surabaya meningkatkan kesadaran kanker payudara melalui olahraga, kebersamaan, dan partisipasi donasi sos…

Terminal Teluk Lamong Tumbuh Pesat Usai Merger Pelindo, Arus Peti Kemas Capai 2,18 Juta TEUs

Terminal Teluk Lamong Tumbuh Pesat Usai Merger Pelindo, Arus Peti Kemas Capai 2,18 Juta TEUs

Rabu, 07 Okt 2026 22:46 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 22:46 WIB

Lima tahun merger Pelindo mendorong transformasi Terminal Teluk Lamong. Arus peti kemas mencapai 2,18 juta TEUs pada 2025.…