Wali Santri Disebut Jemput Anak Usai Polemik Ustadzah di MBS SMP Muhammadiyah 5 Tulangan

Reporter : Redaksi
Ilustrasi lingkungan pendidikan MBS SMP Muhammadiyah 5 Tulangan di Kabupaten Sidoarjo.

Siagakota.com – Kabar polemik internal di MBS SMP Muhammadiyah 5 Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan kegiatan pendidikan para santri.

Seorang ustadzah dikabarkan diminta berpamitan atau mengundurkan diri. Menurut sejumlah sumber internal, situasi tersebut turut memicu kesedihan santriwati dan kekecewaan wali santri.

Bahkan, sebagian besar santri disebut telah dijemput dan dibawa pulang oleh orang tua masing-masing. Informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi langsung dari pengelola lembaga.

Perpisahan Ustadzah Disebut Berlangsung Emosional
Sumber internal menyebut polemik diduga berawal dari persinggungan antara seorang ustadzah dengan anak salah satu pengurus PCM Tulangan.

Persoalan itu kemudian berkembang di lingkungan internal pengurus. Redaksi juga menerima tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang memuat usulan, "Sy usul dinonaktifkan ustadahy & Di SP juga".

Sumber menyebut ustadzah akhirnya diminta berpamitan atau mengundurkan diri. Ia juga dikabarkan diminta menyampaikan permintaan maaf secara langsung ke rumah wali santri.

Peristiwa perpisahan tersebut disebut berlangsung emosional. Sejumlah santriwati dikabarkan menangis dan saling berpelukan.

Hak Pendidikan Santri Perlu Dipastikan
Polemik yang melibatkan tenaga pendidik dan pengelola lembaga seharusnya diselesaikan tanpa mengabaikan kepentingan santri.

Wali santri membutuhkan kepastian mengenai keberlangsungan pembelajaran, pendampingan, dan kondisi lingkungan pendidikan anak-anak mereka.

Karena itu, pengelola perlu memberikan penjelasan mengenai situasi terkini. Termasuk memastikan apakah kegiatan belajar tetap berjalan dan bagaimana aspirasi wali santri ditangani.

Koordinasi dan Klarifikasi Diperlukan
PDM Sidoarjo dan PWM Jawa Timur diharapkan dapat memberikan perhatian sesuai kewenangannya. Evaluasi diperlukan untuk memperjelas kronologi, prosedur keputusan, serta dampak persoalan terhadap santri dan tenaga pendidik.

Redaksi belum memperoleh tanggapan resmi dari PCM Tulangan maupun pengelola MBS SMP Muhammadiyah 5 Tulangan. Hak jawab dan ruang klarifikasi terbuka bagi semua pihak agar persoalan dapat dipahami secara utuh.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru