Monumen Trisula Blitar Dibersihkan, Warga Bakung Diajak Rawat Warisan Sejarah

Reporter : Redaksi
Babinsa Desa Bakung Sertu Supriyadi bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan kawasan Monumen Trisula, Kabupaten Blitar.

Siagakota.com – Kepedulian terhadap situs bersejarah ditunjukkan warga Desa Bakung, Kabupaten Blitar, melalui kegiatan Jumat Bersih di kawasan Monumen Trisula, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin Babinsa Desa Bakung Koramil 0808/17 Bakung, Sertu Supriyadi. Puluhan warga turut terlibat membersihkan lingkungan monumen agar tetap terawat dan nyaman dikunjungi.

Baca juga: Aston Sidoarjo Salurkan Bantuan untuk Masjid Baitul Mujtahidin, Ajak Warga Gotong Royong

Pembersihan meliputi pengangkatan sampah plastik, pemotongan rumput liar, serta perapian ranting pohon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Blitar.

Monumen Trisula Jadi Perhatian Warga
Monumen Trisula merupakan salah satu situs bersejarah di Desa Bakung, Kecamatan Bakung. Kawasan ini berkaitan dengan sejarah peristiwa penumpasan sisa-sisa G30S/PKI di wilayah Blitar Selatan.

Karena nilai sejarah tersebut, kebersihan dan kondisi lingkungan monumen perlu mendapat perhatian bersama. Perawatan kawasan juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan peziarah.

Sertu Supriyadi mengatakan, kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari tanggung jawab aparat teritorial. Babinsa turut mendorong masyarakat menjaga fasilitas umum dan situs bersejarah di wilayah binaan.

Menurutnya, keterlibatan warga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Semangat tersebut juga penting untuk menjaga keberadaan tempat bersejarah.

Gotong Royong Perkuat Kedekatan TNI dan Masyarakat
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan Jumat Bersih menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan warga. Interaksi tersebut diharapkan mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.

Warga Desa Bakung menyambut baik keterlibatan Sertu Supriyadi. Mereka mengapresiasi pendampingan Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan.

Setelah kerja bakti selesai, kawasan Monumen Trisula tampak lebih bersih dan tertata. Masyarakat diharapkan terus menjaga kebersihan agar nilai sejarah monumen tetap terpelihara.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian situs bersejarah membutuhkan kepedulian bersama. Gotong royong menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru