Siagakota.com — PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, meraih dua penghargaan dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026 di Pullman Singapore Orchard, Singapura, pada 14 Oktober 2026. Pengakuan internasional ini menjadi capaian perusahaan dalam memperkuat daya saing melalui inovasi, kepemimpinan, dan transformasi operasional.
TTL memperoleh penghargaan “Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026”, sementara Direktur Utama TTL, David P. Sirait, menerima penghargaan “Port/Terminal Visionary of the Year 2026”.
Penghargaan diserahkan oleh Executive Chairman Global Ports Forum, Thomas Ng, dan diterima David bersama perwakilan manajemen TTL.
David menyebut penghargaan tersebut sebagai apresiasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan daya saing di tingkat internasional.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TTL, kepercayaan pelanggan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar David.
Kinerja Operasional Tumbuh, Arus Petikemas Tembus 2 Juta TEUs
Penguatan transformasi perusahaan turut tercermin dalam perkembangan arus petikemas. Hingga Agustus 2026, TTL mencatat arus petikemas sebesar 2.027.914 TEUs, tumbuh 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, meningkat 78,69 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Pertumbuhan tersebut didukung penambahan layanan pelayaran baru serta inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan terminal.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, TTL mengelola TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian melalui operasi yang terintegrasi.
Integrasi tersebut merupakan bagian dari transformasi selama lima tahun pascapenggabungan Pelindo. Perusahaan berfokus pada integrasi terminal, peningkatan produktivitas, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan layanan yang mengutamakan kebutuhan pelanggan.
Digitalisasi dan Otomatisasi Jadi Strategi Pengembangan
Untuk meningkatkan efisiensi, TTL menerapkan berbagai inovasi digital dalam proses pelayanan terminal. Sistem yang dikembangkan mencakup Terminal Booking System (TBS) dan sistem layanan kapal EAZI.
Perusahaan juga mengintegrasikan perencanaan dan pengendalian operasional guna mendukung koordinasi kegiatan terminal serta meningkatkan efektivitas pelayanan.
Dari sisi teknologi, TPK Teluk Lamong menerapkan konsep terminal semiotomatis yang didukung Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, dan Optical Character Recognition (OCR).
Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem operasional yang modern dan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa.
Komitmen Green Port melalui Efisiensi Energi
Transformasi TTL tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
Perusahaan menjalankan sejumlah inisiatif green port, di antaranya elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, penyediaan fasilitas shore power, dan pengelolaan lingkungan. TTL juga menambahkan E-RTG di TPK Nilam untuk mendukung pengembangan operasional yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Program tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, serta kegiatan lingkungan.
Melalui berbagai inisiatif itu, TTL berupaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Kolaborasi Menjadi Kekuatan Perusahaan
David menegaskan bahwa keberhasilan terminal merupakan hasil kolaborasi antara seluruh insan perusahaan, pelanggan, dan pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder. Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah terminal dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik,” ungkap David.
Global Ports Forum Awards merupakan ajang penghargaan bagi pelabuhan, operator terminal, dan profesional industri kepelabuhanan yang dinilai memiliki pencapaian dalam layanan, inovasi, kepemimpinan, serta keberlanjutan.
Ke depan, TTL berkomitmen melanjutkan peningkatan keunggulan operasional, mengembangkan layanan berbasis teknologi, memperkuat kolaborasi dengan pelanggan, dan menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan filosofi yang disampaikan David, “Excellence is not a destination, it is a journey.”
TTL menargetkan pengembangan terminal dengan karakter “green, smart, efficient, and customer-oriented”, yakni pelabuhan yang ramah lingkungan, cerdas, efisien, dan berorientasi kepada pelanggan.
Editor : Redaksi