Siagakota.com – Pelestarian seni Islam di kalangan generasi muda menjadi salah satu perhatian Lesbumi Nahdlatul Ulama (NU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme melalui penyelenggaraan lomba kaligrafi tingkat kecamatan. Kegiatan yang berlangsung di MI Al Hidayah Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (28/10/2026), tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Lomba diikuti peserta dari jenjang TK/RA, SD/MI, hingga SMP/MTs. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan menulis kaligrafi, tetapi juga sarana memperkenalkan keindahan tulisan Arab yang memiliki nilai seni dan spiritual.
Baca juga: Pelajar Diajak Menyusuri Kampung Songkok Kemuteran, Belajar Kerajinan dari Perajin Langsung
Lesbumi MWCNU Cerme menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya merawat seni dan budaya Islam di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pelibatan pelajar lintas jenjang diharapkan dapat memperluas pengenalan seni kaligrafi sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas sejak dini.
Kaligrafi sebagai Media Pendidikan dan Kreativitas
Ketua Lesbumi MWCNU Cerme, Abdul Munif, S.Pd.I., mengatakan bahwa lomba kaligrafi menjadi salah satu bentuk pembinaan potensi pelajar melalui seni dan kebudayaan Islam.
“Melalui lomba kaligrafi, para pelajar diharapkan mampu menyalurkan potensi sekaligus mengenal keindahan tulisan Arab yang memiliki nilai seni dan spiritual,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan artistik sekaligus mengenal tradisi seni Islam. Kaligrafi juga dapat menjadi media pembelajaran yang menghubungkan kreativitas dengan pengenalan nilai-nilai keagamaan.
Lesbumi MWCNU Cerme berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sehingga pembinaan seni dan pelestarian budaya Islam tidak hanya berlangsung dalam kegiatan peringatan tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas pendidikan yang berkelanjutan.
MWCNU Cerme Tekankan Pentingnya Akhlak
Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Ust. Harianto, M.Pd., memberikan apresiasi kepada Lesbumi MWCNU Cerme, MI Al Hidayah Banjarsari selaku tuan rumah, para guru pendamping, serta seluruh peserta lomba.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, ia menegaskan bahwa Hari Santri Nasional perlu dimaknai lebih luas daripada sekadar seremoni tahunan. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap ilmu, agama, dan kebudayaan bangsa.
Baca juga: Ziarah Hari Santri, Madin Ahlus Sakinah Bekali Santri Ilmu dan Adab
“Santri masa kini perlu memiliki kemampuan yang beragam, termasuk dalam bidang seni dan kreativitas, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” ajaknya.
Pesan itu menempatkan kreativitas sebagai salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan oleh generasi muda tanpa mengesampingkan nilai moral dan keagamaan. Prestasi dalam bidang seni diharapkan berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlak yang baik.
MI Al Hidayah Dukung Pengembangan Bakat Pelajar
Kepala MI Al Hidayah Banjarsari, Hj. Nur Hidayah, S.Pd., menyampaikan rasa syukur karena lembaganya dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan lomba kaligrafi tersebut.
Ia berharap peserta dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kecintaan terhadap seni Islam.
Dukungan dari pihak sekolah menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berfokus pada pelajaran di kelas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat melalui kegiatan seni.
Baca juga: Kajari Probolinggo Ingatkan Santri, Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi Integritas
Peserta dari jenjang TK/RA hingga SMP/MTs pun mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang memperkenalkan tradisi kaligrafi kepada generasi muda.
Menjaga Warisan Seni Islam agar Tetap Hidup
Lomba kaligrafi Lesbumi MWCNU Cerme memperlihatkan peran organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan dalam memperkenalkan warisan budaya kepada pelajar. Melalui kegiatan tersebut, seni kaligrafi diharapkan semakin dikenal dan mendapat ruang dalam pembinaan kreativitas generasi muda.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat melahirkan pelajar yang berprestasi, mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian tradisi Islam.
Dengan menjadikan Hari Santri sebagai momentum penguatan seni, pendidikan, dan karakter, Lesbumi MWCNU Cerme berupaya menjaga agar warisan seni Islam terus dipelajari dan dikembangkan oleh generasi penerus di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Editor : Redaksi