Siagakota.com — Tari Sufi Nusantara Rumah Cinta Surabaya bakal menggelar peringatan Hari Rumi Sedunia dengan mengusung tema “Merajut Cinta, Damai dan Kemanusiaan”, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB di Jalan Kusuma Bangsa Nomor 116, THR Surabaya. Peringatan ini menghadirkan seni Tari Sufi sebagai medium untuk menyampaikan pesan cinta, kedamaian, dan kemanusiaan.
Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus perenungan spiritual melalui gerakan Tari Sufi.
Tari Sufi Jadi Medium Pesan Kemanusiaan
Ketua penyelenggara Tari Sufi Rumah Cinta Surabaya, Muhammad Dodik Sugiyanto, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus harapan melihat kondisi masyarakat, bangsa, negara, hingga dunia.
“Melihat realitas hari ini di masyarakat, bangsa, negara dan dunia, optimisme yang didasari atas cinta yang suci atas semua makhluk di kehidupan ini akan menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujar Dodik.
Menurut Dodik, cinta yang dibawa dalam kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan, tetapi juga sebagai energi untuk membangun kedamaian, menghargai sesama, dan menjaga kehidupan.
Gerakan berputar dalam Tari Sufi juga menjadi bagian dari pesan tersebut. Gerakan itu dimaknai sebagai simbol perjalanan manusia dalam mencari keseimbangan, mengenali diri, mengendalikan ego, serta mendekatkan diri kepada nilai-nilai kebaikan.
Penari dari Sejumlah Daerah Ikut Ambil Bagian
Peringatan Hari Rumi Sedunia di Surabaya juga menjadi momentum pertemuan penari Sufi dari berbagai daerah.
Jaringan penari Sufi dari Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Madura, hingga Surabaya sebagai tuan rumah dijadwalkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan penari lintas daerah diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus memperluas pesan kebudayaan yang disampaikan melalui Tari Sufi Nusantara.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari sejumlah unsur, di antaranya Rukun Kampung Surabaya, FSP Parekraf, Dewan Kebudayaan, Kalanara, Sanggar Seni Omah Ndhuwur, dan Sanggar Bledos Budaya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan seni dan kebudayaan sebagai ruang perjumpaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Membawa Nilai-Nilai Rumi ke Panggung Seni
Jalaluddin Rumi dikenal melalui pemikiran dan karya-karyanya yang banyak mengangkat tema cinta, kedamaian, perjalanan batin, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan melalui bahasa seni dalam Tari Sufi Nusantara. Gerakan tari menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang perjalanan batin dan hubungan manusia dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui peringatan Hari Rumi Sedunia, Rumah Cinta Surabaya juga ingin menghadirkan ruang jeda bagi masyarakat di tengah kehidupan yang berlangsung cepat.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perenungan sekaligus mengingat kembali pentingnya cinta dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Merajut Cinta, Damai dan Kemanusiaan” menjadi pesan utama yang dibawa melalui kegiatan tersebut. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang untuk merawat persaudaraan, menyemai optimisme, dan menghargai sesama.
Editor : Redaksi