BONDOWOSO, Siagakota.com — Menghasilkan panen yang berkualitas merupakan kunci utama bagi para petani tebu di Bondowoso untuk meraup keuntungan maksimal. Lewat penerapan prinsip MBS (Manis, Bersih, dan Segar), kualitas bahan baku dapat terjaga sejak dari kebun hingga proses pengiriman ke Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Bondowoso. Langkah ini terbukti efektif dalam menunjang pencapaian rendemen serta hasil pengolahan pabrik yang sangat baik.
Mutu tebu yang manis, bersih, dan segar amat menentukan standar bahan baku yang diterima oleh pihak pabrik. Tebu yang ditebang pada fase kemasakan paling pas, memiliki tingkat kotoran yang minim, serta langsung dikirim sesaat usai dipanen, akan menjaga kualitas tebu dan membuat proses pengolahan berjalan jauh lebih optimal.
Bagi kalangan petani, mutu tebu tidak sekadar berdampak pada volume produksi, melainkan sangat menentukan besaran nilai dari hasil panen itu sendiri. Makin tinggi kualitas tebu yang disetor, kian besar pula kesempatan petani mendapatkan hasil olahan dan rendemen yang maksimal. Ini menjadi strategi andalan petani dalam mendongkrak hasil usaha sekaligus pendapatan dari sektor budidaya tebu.
Di sisi lain, catatan kinerja PG Pradjekan yang secara kontinu menorehkan hasil dan rendemen tinggi juga sangat ditopang oleh suplai tebu bermutu dari para petani. Sinergi ini menjadi pondasi penting dalam membangun relasi yang saling menguntungkan antara pihak pabrik gula dan petani.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, secara khusus mendorong para petani untuk konsisten meningkatkan mutu tebu lewat standar MBS.
“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” tegas Rolis Wikarsono pada Senin (31/8/2026).
Rolis menekankan bahwa peningkatan kualitas ini adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, petani memegang peranan krusial dalam menjaga napas panjang industri gula. Pasalnya, bahan baku yang bermutu akan mengatrol kinerja pabrik, yang pada gilirannya membuka ruang bagi petani untuk meraup hasil yang lebih memuaskan.
Sementara itu, PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terus berkomitmen mempererat sinergi bersama petani melalui optimalisasi manajemen bahan baku serta proses produksi. Kolaborasi ini ditargetkan mampu mencetak ekosistem industri pergulaan yang kian produktif, memberi nilai tambah, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani tebu. Melalui disiplin prinsip MBS, petani tidak cuma menjaga mutu panen, tetapi juga mengakselerasi peningkatan pendapatan lewat pencapaian rendemen tebu terbaik.
Editor : Redaksi