Edukasi Pola Asuh Jadi Kunci, Pemkab Kediri Bagikan 1.000 Paket Olahan Ikan untuk Entaskan Stunting

Reporter : Redaksi
Fokus utama pada agenda kali ini bukan sekadar membagikan bantuan pangan, melainkan menanamkan edukasi pola asuh kepada 120 penerima manfaat

Siagakota.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus menggiatkan langkah strategis guna mengentaskan masalah gizi buruk dan stunting. Melalui sinergi Dinas Perikanan bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kembali digelar di Gedung Serbaguna Desa Senorejo, Kecamatan Grogol, Kamis (3/9/2026).

Fokus utama pada agenda kali ini bukan sekadar membagikan bantuan pangan, melainkan menanamkan edukasi pola asuh kepada 120 penerima manfaat yang terdiri dari balita, anak dengan kondisi wasting, serta ibu hamil penderita kekurangan energi kronis (KEK).

Baca juga: Sampel Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo Diuji di Labkesmas Surabaya, Hasil Cepat Mikrobiologi Diumumkan Hari Ini

Butuh Ketelatenan Ekstra

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menekankan bahwa penyelesaian kasus stunting tidak bisa dilakukan secara instan melalui satu kali intervensi. Para orang tua dituntut memiliki ketelatenan ekstra, terutama dalam menghadapi anak-anak yang kerap mengalami kesulitan makan.

“Stunting kan enggak bisa satu kali ya. Itu bisa membuat anak-anak nanti suka makan, suka ikan dan juga nanti bisa lulus dari stunting. Ya memang butuh ketelatenan. Kan kalau punya anak stunting itu biasanya mereka susah makan. Jadi ini ada edukasi pola asuh untuk jaga kesehatan, makan yang benar, makan yang bergizi,” urai Wabup yang akrab disapa Mbak Dewi tersebut.

Melalui program ini, pemerintah berharap para orang tua mendapatkan wawasan baru terkait penyajian menu makanan bergizi yang menarik minat anak, sekaligus membiasakan konsumsi protein hewani sejak dini.

Baca juga: Bupati Subandi Sebut 551 Orang Terdampak Keracunan MBG di Sidoarjo, 88 Pasien Masih Jalani Rawat Inap

Sasar Wilayah Rawan Gizi

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, mengungkapkan bahwa Gemarikan adalah program berkelanjutan yang rutin dieksekusi setiap tahun. Pada tahun 2026, Dinas Perikanan telah memetakan sejumlah wilayah dengan angka stunting yang relatif tinggi untuk menjadi prioritas intervensi.

“Jadi tiap tahun itu kita mengadakan kegiatan Gemarikan, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Untuk tahun ini kita memberikan paket ikan sebanyak kurang lebih 1.000 paket di berbagai daerah atau kecamatan yang angka stuntingnya menurut data lebih tinggi,” papar Nur Hafid.

Baca juga: Tim BGN Pusat Turun Tangan, Sertifikasi Kebersihan Dapur MBG Sidoarjo Dievaluasi Usai Ratusan Siswa Keracunan

Ia turut mendorong masyarakat agar tidak ragu menjadikan ikan sebagai menu andalan keluarga. Menurutnya, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat terjangkau dan mudah didapatkan di pasaran.

“Kami harapkan masyarakat untuk selalu satu minggu sekali minimal dua kali menunya adalah menu ikan. Karena ikan itu sangat murah sekali dibanding dengan protein-protein dari hewan yang lain,” imbuhnya.

Mbak Dewi berharap kegiatan ini dapat menjadi tonggak awal bagi setiap keluarga di Kediri untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi anak, sehingga kelak mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru