Siagakota.com – Suasana belajar di SMP Labschool Unesa 3 berbeda pada Kamis (24/9/2026). Sebanyak 90 mahasiswa asing peserta Unesa Summer Camp 2026 hadir dan berinteraksi langsung dengan para siswa dalam kegiatan pertukaran budaya.
Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara, antara lain India, Yaman, Pakistan, Palestina, Iran, sejumlah negara di Afrika, serta negara lainnya. Kehadiran mereka dimanfaatkan sebagai ruang belajar lintas budaya yang mempertemukan siswa dengan pengalaman dan kebiasaan dari berbagai belahan dunia.
Siswa Diajak Mengenal Budaya Berbagai Negara
Pertukaran budaya berlangsung di sejumlah kelas dengan tema yang beragam. Para siswa bersama mahasiswa asing mengikuti kegiatan mulai dari pengenalan makanan tradisional, permainan tradisional, tari, musik, fun learning, hingga hasta karya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi pendengar. Mereka ikut terlibat dalam aktivitas bersama, memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mengenal budaya dari negara asal para mahasiswa.
Komunikasi berlangsung menggunakan berbagai bahasa. Bahasa asing menjadi sarana bagi mahasiswa dan siswa untuk berinteraksi, sementara Bahasa Jawa dan budaya lokal juga diperkenalkan kepada para mahasiswa asing.
Kepala SMP Labschool Unesa 3, Dian Hijrah Saputra, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang memperluas kemampuan bahasa sekaligus wawasan global siswa.
“Program ini menjadi salah satu bentuk kerja sama yang kami harapkan dapat memperkuat literasi bahasa asing sekaligus wawasan global siswa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Unesa Summer Camp atas kesempatan dan kolaborasi yang sangat baik ini. Semoga kerja sama dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” kata Dian.
Siswa dan Mahasiswa Saling Belajar
Interaksi lintas budaya tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. Calista, salah seorang siswa, mengaku senang bisa belajar bahasa dari mahasiswa asing sekaligus mengajarkan Bahasa Jawa.
“Kegiatannya seru sekali. Kakak-kakaknya mengajari aku Bahasa Pakistan, dan aku juga mengajari mereka Bahasa Jawa. Aku mau ketemu mereka lagi,” ujar Calista.
Kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena proses pengenalan budaya dilakukan melalui interaksi langsung, bukan hanya melalui materi pembelajaran di kelas.
Pertemuan mahasiswa asing dan siswa SMP Labschool Unesa 3 juga menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi bagian dari proses pendidikan. Siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal budaya lain, sementara mahasiswa asing dapat berinteraksi dengan budaya lokal Indonesia.
Melalui kegiatan Unesa Summer Camp 2026 tersebut, SMP Labschool Unesa 3 terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membangun kemampuan komunikasi dan wawasan global peserta didik.
Editor : Redaksi